DID YOU KNOW??
Mendadak Bisa Bicara Aksen Bahasa Asing, Ciri Penderita FAS

[Did You Know?]

Tahukah kamu, terdapat kondisi yang membuat seseorang tiba-tiba berbicara dengan aksen yang asing?

Ya, Foreign Accent Syndrome merupakan gangguan bicara motorik langka yang dicirikan oleh perubahan cara bicara yang terdengar sebagai aksen yang berasal dari wilayah berbeda dari penderita. Sindrom ini bisa terjadi sendiri ataupun disertai gangguan lain, seperti apraxia, afasia, ataupun disartria. Beberapa hal yang dapat menyebabkannya meliputi stroke, trauma kepala, ataupun kejang dan migraine.

Penyebab utama terjadinya FAS adalah adanya kerusakan pada bagian bagian bahasa dominan (biasanya hemisfer kiri), seperti pada bagian korteks motorik primer serta koneksi kortiko-kortikal ataupun proyeksi kortiko-subkortikalnya. Struktur yang sering ditemukan mengalami masalah adalah SMA (supplementary motor area), korteks premotor atau motor, serta di dekat Area Broca, dapat mengenai gyrus frontalis inferior, capsula interna, dengan ataupun tanpa disertai masalah pada basal ganglia. Ini memang merupakan tempat proses bicara dan bahasa. Telah ditemukan pula FAS dengan lesi pada lobus fronto-temporo-parietal, lobus temporal kiri, atau lobus fronto-parietal.

Tapi, tidak semua kasus FAS disebabkan oleh kerusakan struktural, ya. Terdapat beberapa kasus FAS yang tidak disertai dengan kerusakan struktural. Ini disebut FAS fungsional, dan utamanya disebabkan oleh masalah pada kesehatan mental. Di sini, kondisi seperti skizofrenia dan gangguan konversi bisa ditemukan. Sindrom ini memang cukup kompleks, dan terdapat juga tipe campuran antara FAS organik dan fungsional.

Kondisi ini dengan sendirinya tidak berbahaya, dan sebuah penelitian menemukan bahwa pada beberapa kasus FAS pasca stroke, remisi dapat terjadi dengan sendirinya. Dapat juga terjadi remisi dengan terapi wicara yang tidak spesifik untuk FAS. Meski tidak berbahaya, keberadaannya dapat menjadi penanda adanya kerusakan di otak. Jadi, perlu dilakukan pemeriksaan yang baik pada orang-orang dengan FAS. Untuk lebih memahami patologi dan terapi yang sesuai untuk FAS, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut, yang memang sulit dilakukan karena jumlah kasus yang sedikit.

#ResearchIsFun

Referensi:

  • McWhirter, L., Miller, N., Campbell, C., Hoeritzauer, I., Lawton, A., Carson, A., & Stone, J. (2019). Understanding foreign accent syndrome. Journal of Neurology, Neurosurgery & Psychiatry, 90(11), 1265-1269. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/30606457/
  • Mariën, P., Keulen, S., & Verhoeven, J. (2019). Neurological aspects of foreign accent syndrome in stroke patients. Journal of Communication Disorders, 77, 94-113. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/30606457/
  • Keulen, S., Verhoeven, J., De Witte, E., De Page, L., Bastiaanse, R., & Mariën, P. (2016). Foreign accent syndrome as a psychogenic disorder: a review. Frontiers in human neuroscience, 10, 168. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/pmid/27199699/

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *