- MY MOMENT -
Kenali CVS dan Intip Prestasi MYRC
di Tengah Pandemi
Yuk Baca Info Terbaru dari MYRC Biar Lebih Yakin Menjawabnya
Digital Eye Strain
Pandemi yang tengah melanda seluruh dunia memberikan dampak yang begitu signifikan kepada setiap individu dalam berbagai aspek kehidupan. Kegiatan yang dulu sering dilakukan perlahan namun pasti mulai berubah. Tak ada lagi hangout bareng teman-teman, rutinitas belajar-mengajar di kelas, liburan ke tempat wisata, salaman ketika bertemu, semua itu berubah. Covid-19 telah menyadarkan kita betapa berharganya momen tersebut. Namun, pandemi ini tidak menghalangi kita untuk tetap beraktivitas. Semua orang mencari cara agar tetap bisa berkomunikasi, bekerja dan belajar meski harus dilakukan dari rumah. Perangkat digital tentunya menjadi pilihan terbaik saat ini. Hampir sebagian besar aktivitas kita saat ini dilakukan melalui perangkat digital. Berjam-jam kita menatap layar perangkat digital kita, entah handphone, laptop, maupun tablet, entah itu kita belajar, bekerja, rapat, atau sekedar bertemu dengan teman, semuanya kita lakukan melalui perangkat digital. Tentunya ada dampak yang dapat muncul akibat terlalu lama menatap layar perangkat digital ini. Digital eye strain adalah salah satunya
Digital eye strain adalah gabungan masalah mata dan penglihatan yang disebabkan oleh penggunaan komputer (desktop, laptop tablet) atau perangkat elektronik lainnya (Smartphone dan perangkta baca digital). Banyak individu yang menghabiskan waktu selama 10 jam atau lebih per hari menatap layar perangkat digital, biasanya tanpa disertai istirahat yang cukup (Rosenfield, 2016).
Di Amerika Serikat sebanyak 37% orang dewasa yang berusia 60 tahun keatas menghabiskan waktu selama 5 jam tau lebih per hari menggunakan perangkat digital dan kelompok usia ini lebih suka menggunakan laptop dan desktop untuk menjelajah internet, dimana kelompok usia dewasa muda lebih menyukai menggunakan handphone untuk hal ini. Penggunaan social media dan multitasking sangat menonjol diantara kelompok usia dewasa muda dengan 87% individu yang berusia 20-29 tahun dilaporkan menggunakan dua atau lebih perangkat digital secara bersamaan. Adapun gejala dari digital eye strain ini yang dapat dirasakan pada mata seperti mata lelah, mata kering, penglihatan kabur dan ganda, mata merah sedangkan gejala diluar mata seperti sakit kepala, nyeri leher/bahu, gangguan fokus, dan rasa lelah.
Digital eye strain ini sering dikaitkan dengan adanya gangguan akomodasi, konvergensi, disparitas fiksasi, penurunan frekuensi berkedip dan peningkatan frekuensi berkedip yang tidak lengkap. Digital eye strain ini dapat diatasi dengan penggunaan kacamata yang dilengkapi dengan lensa pembesaran, ditambah dengan lensa yang mampu menyaring cahaya biru juga bersifat anti-reflektif sangat membantu dalam mengurangi gejala digital eye strain.
Selain dari penggunaan kacamata, cara lain untuk mengurangi gejala digital eye strain antara lain : sering-seringlah beristirahat dari penggunaan perangkat digital, Mengurangi pencahayaan layar yang berlebihan untuk menghilangkan silau layar, memposisikan diri dengan jarak setara satu lengan dari layar untuk jarak pandang yang tepat ketika menggunakan computer, dan memperbesar ukuran teks pada perangkat (Council, 2016).
Prestasi Anak MYRC di EXIT
Nah itu tadi beberapa pembahasan terkait digital eye strain yang lagi dialami oleh beberapa orang di masa pandemi ini. Namun, ada pembahasan selanjutnya yang lebih menarik yakni terkait Prestasi yang baru-baru ini diraih oleh kakak-kakak dari MYRC pada ajang lomba EXIT kemarin yang diadakan oleh Universitas Andalas pada 20 Juni 2020 Wah siapa saja ya kakak-kakak yang telah membanggakan MYRC sekaligus FK UNHAS di sana ya? Berikut nama-nama kakak-kakak MYRC beserta cabang lomba yang mereka ikuti.
Pengumuman Proprosal PKM 2020
Selain kabar baik dari EXIT, ternyata MYRC dihebohkan oleh kabar terbaru terkait pengumuman tim yang lolos pendanaan Proposal PKM(Program Kreativitas Mahasiswa) 2020. Ada 9 proposal dari anggota MYRC yang berhasil lolos pendanaan kali ini. Proposal yang lolos ini berasal dari berbagai macam cabang PKM dan dari anggota berbagai Angkatan MYRC. Siapa sih anggota MYRC yang berhasil lolos ini? Berikut nama-nama serta judul proposal dan jenis proposal PKM yang diajukan.
Akhir kata, Roda terus berputar, Masa terus berganti, tapi Lantunan Doa untuk Kesembuhan Negeri ini jangan sampai terhenti. Keep safe everyone.
Salam hangat dari MYRC,
-Research is FUN-