DID YOU KNOW??
Ternyata Nethink Berhubungan dengan Alzheimer Lho!

[Did You Know?]

Tahukah kamu, ada hubungan antara pikiran negatif dan Alzheimer? Bukan sekadar pikiran negatif ya, tapi Repetitive Negative Thinking.

Nah, Repetitive Negative Thinking, atau RNT, merujuk pada pikiran negatif, berulang, intrusif, dan sulit dikendalikan. Proses berfikir ini tertuju ke masa depan (kekhawatiran) ataupun masa lalu (ruminasi). RNT diukur dengan kuesioner  khusus. RNT merupakan proses transdiagnostik berbagai gangguan psikologis, seperti depresi, ansietas, OCD, dll. Baru-baru ini, bukti yang menunjukkan hubungannya dengan Alzheimer juga ditemukan.

Alzheimer’s Disease (AD) sendiri adalah jenis demensia yang paling umum diderita orang lanjut usia. AD telah lama diasosiasikan dengan beberapa gangguan psikologis yang dipengaruhi RNT. Nah, baru-baru ini, dua penelitian kohort menemukan bahwa RNT secara langsung memiliki hubungan dengan beberapa proses patofisiologi AD.

Penelitian yang dilakukan menganalisis RNT, depresi, dan ansietas. Meski ada hubungan antara depresi dan ansietas dengan penurunan kognitif, hanya RNT yang memiliki hubungan signifikan dengan deposisi protein β amyloid dan tau pada lokasi yang sesuai dengan AD. Deposisi protein ini merupakan patofisiologi serta biomarker AD. RNT yang tinggi diasosiasikan dengan penurunan cepat kognitif global, memori langsung, dan memori jangka panjang dalam periode 48 bulan.

Salah satu penjelasan terjadinya hal ini adalah indikator stres seperti peningkatan tekanan darah dan hormon kortisol, yang telah diketahui berperan dalam patogenesis protein β amyloid serta risiko AD, memiliki asosiasi dengan RNT. Selain itu, ditemukan bahwa orang-orang dengan RNT tinggi mengalami kesulitan dalam melepaskan atau melupakan informasi sebelumnya untuk digantikan dengan informasi baru. Ini berpengaruh dalam gangguan memori selektif.
 
Hasil penelitian ini memang bisa jadi hal besar dalam pencegahan AD. Tapi, masih perlu dilakukan penelitian lanjut dengan sampel lebih besar dan waktu lebih lama. Kalau RNT kemudian terbukti memiliki peran signifikan terhadap AD, intervensi bisa dilakukan dan dapat secara signifikan mengurangi risiko AD serta beberapa kondisi lain.

#ResearchIsFun

Referensi:

  • Marchant, N. L., Lovland, L. R., Jones, R., Binette, A. P., Gonneaud, J., Arenaza‐Urquijo, E. M., … & Villeneuve, S. (2020). Repetitive negative thinking is associated with amyloid, tau, and cognitive decline. Alzheimer’s & Dementia. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/32508019/
  • Marchant, N. L., & Howard, R. J. (2015). Cognitive debt and Alzheimer’s disease. Journal of Alzheimer’s Disease, 44(3), 755-770. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/25362035/
  • Lydon-Staley, D. M., Kuehner, C., Zamoscik, V., Huffziger, S., Kirsch, P., & Bassett, D. S. (2019). Repetitive negative thinking in daily life and functional connectivity among default mode, fronto-parietal, and salience networks. Translational psychiatry, 9(1), 1-12. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6751201/

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *