[Did You Know?]
Hari ini, tanggal 31 Mei, adalah hari tanpa tembakau sedunia. Dalam beberapa tahun belakangan, ada hal baru yang jadi topik seputar penggunaan tembakau: rokok elektrik. Apa saja efeknya pada kesehatan? Perbedaannya dengan rokok biasa? Apa benar ada hal positif yang ditawarkannya?
Jadi, rokok elektrik meliputi berbagai macam produk yang memanaskan cairan tertentu untuk menghasilkan aerosol yang bisa dihirup. Produk ini cepat mendapat popularitas, utamanya di kalangan usia muda. Hal ini bukan kebetulan, marketing dari banyak produk ini memang menargetkan mereka. Sebuah penelitian menemukan bahwa pada anak-anak usia 12-13 tahun, 41% dari mereka reseptif terhadap iklan rokok, dan rokok elektrik memiliki reseptivitas tertinggi.
Padahal, penggunaan rokok elektrik pada usia muda menyebabkan peningkatan risiko untuk mulai merokok sebanyak dua kali lipat. Selain itu, nikotin yang terkandung di banyak produk ini adiktif dan berefek buruk pada kesehatan, terlebih jika terpapar di usia muda. Telah banyak laporan penyakit pernafasan yang diasosiasikan dengan vaping. Toksisitas pulmonal dari vape sudah ditunjukkan di banyak penelitian in vitro ataupun hewan, dan beberapa penelitian pada manusia. Efeknya pada sistem kardiovaskular juga telah didemonstrasikan.
Nah, vape kadang disebut bisa berguna sebagai metode untuk berhenti merokok. Tapi, bukti yang menunjukan efektivitas serta keamanan dari penggunaannya belum konkrit. Vape tidak termasuk dalam produk yang bisa digunakan dalam program berhenti merokok yang disetujui FDA.
Efek negatif rokok elektrik memang sulit dipastikan karena banyaknya variasi produk yang ada serta perbedaan cara penggunaan. Juga, karena vape belum lama beredar, efek jangka panjangnya belum diketahui. Tapi informasi yang dimiliki sejauh ini lebih dari cukup untuk tau kalau vape bukanlah produk yang aman, apalagi pada usia muda.
Tema Hari Tanpa Tembakau Sedunia tahun ini adalah “Protecting Youth from Industry Manipulation and Preventing Them from Tobacco and Nicotine Use.” Jelas ya, kalau menghilangkan pemakaian tembakau tidak mudah, dan adanya rokok elektrik yang populer di generasi muda adalah masalah yang serius.
Referensi:
Dinardo, P., & Rome, E. S. (2019). Vaping: The new wave of nicotine addiction. Cleveland Clinic journal of medicine, 86(12), 789. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/31821136/
Civiletto, C. W., Aslam, S., & Hutchison, J. (2020). Electronic Delivery (Vaping) Of Cannabis And Nicotine. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK545160/
Walley, S. C., Wilson, K. M., Winickoff, J. P., & Groner, J. (2019). A public health crisis: electronic cigarettes, vape, and JUUL. Pediatrics, 143(6), e20182741. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/31122947