[Did You Know?]
Tahukah kamu, terdapat beberapa orang yang hidup hanya dengan separuh otak mereka? Bukan cuma itu, mereka juga bisa beraktivitas dengan relatif normal. Kok bisa? Apa yang terjadi pada otak mereka?
Nah, sebelumnya yuk sedikit mengingat kembali anatomi otak. Jadi, otak besar atau cerebrum tersusun atas dua bagian, disebut hemisfer, yang saling berkomunikasi dalam menjalankan fungsinya. Kira-kira, apa yang terjadi jika salah satu hemisfer otak diangkat? Ini lah yang terjadi pada orang-orang yang telah menjalani operasi hemisferektomi. Pada operasi ini, dilakukan pengangkatan sebagian besar ataupun seluruh hemisfer otak, sebagai salah satu pengobatan kejang berat yang biasa dilakukan semasa anak-anak.
Hm, pengangkatan hemisfer otak terkesan sebagai perlakuan drastis, yang akan menyebabkan perubahan signifikan bagi orang yang menjalaninya. Tapii bukan itu yang dialami 6 orang dewasa yang diikutkan dalam sebuah penelitian yang dipublikasikan baru-baru ini.
Ya, 6 orang tersebut menjalani hemisferektomi semasa kecil (mulai dari 3 bulan hingga 11 tahun), dan sekarang berusia 21-31 tahun. Otak mereka di-scan menggunakan fMRI, lalu dibandingkan dengan kelompok kontrol, serta database dengan total 1482 scan otak normal.
Hasilnya, terlihat aktivitas yang relatif normal dalam keadaan resting-state pada keenam pasien tersebut. Nah, meskipun tidak dapat terjadi komunikasi antar-hemisfer, terlihat peningkatan aktivitas dan konektivitas antar-saraf di hemisfer yang masih ada. Hal ini diduga berperan dalam adaptasi dan kompensasi otak mereka.
Tapi, kemampuan plastisitas dan adaptasi otak masih perlu banyak penelitian. Tidak semua pasien post-hemisferektomi bisa beraktivitas normal, apa lagi dalam waktu singkat setelah menjalani operasi. Kerusakan kecil pada otak juga bisa memiliki efek yang besar, utamanya jika terjadi di usia yang lebih tua.
“If the human brain were so simple that we could understand it, we would be so simple that we couldn’t.” Katanya sih gitu, tapi itu gak akan menghentikan para peneliti untuk tetap mencoba memahaminya!
#ResearchIsFun
Referensi
- Kliemann, D., Adolphs, R., Tyszka, J. M., et al. (2019). Intrinsic Functional Connectivity of the Brain in Adults with a Single Cerebral Hemisphere. Cell reports, 29(8), 2398-2407. (https://www.cell.com/cell-reports/fulltext/S2211-1247(19)31381-6)
- Liu, T. T., Nestor, A., Vida, M. D., et al. (2018). Successful reorganization of category-selective visual cortex following occipito-temporal lobectomy in Childhood. Cell reports, 24(5), 1113-1122 (https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/30067969)
