Did You Know?? Apa itu Brain Freeze? Gimana sih ngatasinnya?

[siteorigin_widget class=”SiteOrigin_Widget_Image_Widget”][/siteorigin_widget]

Panas-panas enaknya cari makanan atau minuman yang dingin-dingin. Es krim, milkshake, es jeruk, hmmm apalagi yaa 🤔
Btw ada sedikit info nih..
Pernah tidak kamu sedang makan ataupun minum yang dingin, kemudian tiba-tba kalian merasa kepala kamu sakit seperti ditusuk-tusuk?
Kalau iya, berarti kamu pernah merasakan fenomena yang dinamakan BRAIN FREEZE!!

[siteorigin_widget class=”SiteOrigin_Widget_Image_Widget”][/siteorigin_widget]

Brain freeze atau dalam istilah medis dikenal dengan nama “sphenopalatine ganglioneuralgia” merupakan sensasi yang dapat menyebabkan sakit kepala ketika memakan atau meminum sesuatu yang dingin, seperti es krim atau air es. Sakit kepala berlangsung jangka pendek, hanya beberapa detik saja, sekitar 20-30 detik. Tidak semua orang pernah merasakan brain freeze loh, mayoritas orang-orang dapat menikmati es krim dan milkshakenya tanpa merasakan sensasi nyeri apapun. Life is so unfair :’) Sampai saat ini, brain freeze masih menjadi misteri bagi para ahli. Penyebab rasa nyeri yang timbul masih diperdebatkan, namun, kebanyakan ahli mempercayai bahwa brain freeze disebabkan oleh saraf ganglioneuralgia sphenopalatina (SPG), yang merupakan sekelompok saraf di dekat saraf trigeminal di otak. Ketika sensasi dingin menyentuh langit-langit mulut (palatum) dan melewati daerah di belakang faring, maka terjadi perubahan suhu secara mendadak yang ‘mengejutkan’ pembuluh darah carotis interna yang mengalirkan darah ke kedua belah otak kita dan pembuluh darah cerebral anterior yang mengalirkan darah ke bagian depan otak. Karena adanya perubahan suhu menjadi dingin, pembuluh darah mengalami vasokonstriksi secara mendadak. Nah, untuk menghangatkan, otak mengirim banyak darah dengan cara membuat pembuluh darah menjadi lebar (vasodilatasi) secara cepat. Hal inilah memicu reseptor nyeri pada selaput pembungkus otak (meninges). Sinyal nyeri kemudian melalui saraf trigeminal (saraf yang mengatur rasa nyeri di seluruh wajah) dan menimbulkan rasa nyeri di dahi, ubun-ubun, atau belakang mata.

Cara terbaik untuk meminimalisirkan terjadinya brain freeze, yaitu dengan makan atau minum yang dingin secara perhalan dan dalam porsi yang sedikit demi sedikit, istilahnya sih kita berikan jarak antar suapan untuk memberikan waktu ‘istirahat’ sejenak bagi tenggorokan untuk menghangatkan diri kembali.
Jika kamu mengalami brain freeze, hal termudah yang kamu bisa lakukan adalah menempelkan lidah kamu pada langit-langit mulut sampai nyeri hilang. Lidah akan membantu menghangatkan suhu pada mulut. Nah, sekarang kamu tak perlu khawatir lagi deh dengan brain freeze ☺

[siteorigin_widget class=”SiteOrigin_Widget_Headline_Widget”][/siteorigin_widget]

1. Álvaro LC, Sádaba F, Cortina C. Visual aura in ice cream headache. J Headache Pain. 2004;5(3):201–203.

2. Blatt, M. M., Falvo, M., Jasien, J., Deegan, B., Laighin, G. O., & Serrador, J. (2012, April). Cerebral vascular blood flow changes during ‘brain freeze’ [Abstract]. Federation of American Societies for Experimental Biology Journal, 26(1 Supplement 685.4)

3. Celeste Robb-Nicholson, M.D. What causes ice cream headache?. Harvard Health Publishing, Harvard Medical School.

4. Neuroscientists explain how the sensation of brain freeze works https://www.sciencedaily.com/

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *