Apa yang kamu lakukan ketika cegukan?
Minum air yang banyak? Menghitung angka dengan suara yang besar? Atau menahan nafas beberapa detik?
Hmmm, bisa jadi cegukan tidak berhenti meskipun kita sudah melakukan hal-hal tersebut loh.. 🤔
Cegukan, dalam istilah medis dikenal dengan nama Singultus, merupakan suatu fenomena umum yang dapat dialami sehari-hari. Cegukan terjadi karena adanya bentuk refleks yang melibatkan sistem saraf batang otak, saraf vagus, dan saraf phrenicus. Refleks tersebut akan memicu kontraksi otot diafragma, otot intercostalis, dan penutupan vocal cord (glotis) secara cepat, sehingga timbul suara khas yang biasa kita dengar dengan bunyi “hik”. Tertutupnya glotis ini terjadi karena adanya gangguan di lengkung refleks, yaitu pada susunan saraf pusat dan saraf tepi. Kedua saraf ini lah yang berperan mengatur jalur pernapasan dalam tubuh manusia agar berjalan lancar. Tertutupnya katup ini bukan merupakan kelainan susunan saraf pusat atau susunan saraf tepi, namun merupakan respon jika kedua susunan saraf tersebut terganggu.
Cegukan dapat terjadi satu kali, atau dapat pula terjadi beberapa kali berupa rangkaian yang tak dapat dikendalikan. Biasanya nih yaa, cegukan hanya terjadi dalam waktu yang singkat karena dapat hilang dengan sendirinya dalam hitungan menit, sehingga jarang mendapatkan perhatian medis khusus. Cegukan jenis ini disebut cegukan yang bersifat ringan. Penyebab utama cegukan tersebut tidak diketahui pasti, namun, cegukan ini seringkali berkembang dalam situasi-situasi, seperti makan terlalu cepat, minum air dingin sesaat setelah makan makanan panas atau sebaliknya, makan makanan yang sangat panas atau pedas, tertawa atau batuk terlalu keras, minum minuman beralkohol, merokok, stress, atau karena gangguan keseimbangan cairan dalam tuNah, kalau ada cegukan yang bersifat ringan, maka ada pula cegukan yang bersifat berat. Hmm, lebih tepatnya sih disebut cegukan yang bersifat persisten. Cegukan jenis ini terjadi secara terus menerus, bukan hanya berhari-hari, tapi juga bisa berbulan-bulan, bahkan Guinness World Records mencatat Charles Osborne (1894-1991) sebagai orang yang memiliki cegukan terlama, yaitu 68 tahun! Wagelaseh..
Cegukan yang bersifat persisten ini terjadi karena dipicu oleh adanya gangguan di otak, misalnya gejala tumor di batang otak, gejala stroke (pada penderita stroke sering timbul cegukan), infeksi di susunan saraf pusat (otak), adanya herpes di dada sehingga mengganggu saraf tepi, selain itu juga karena gangguan metabolik seperti pada penderita diabetes, atau penderita kelainan ginjal karena uremia, dan juga karena gangguan elektrolit (kurang kalium), termasuk pengaruh obat-obatan.
Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk membantu menghentikan cegukan lebih cepat, di antaranya:
- Membungkuk ke arah depan sehingga dada terasa seperti tertekan.
- Tarik kedua lutut hingga menyentuh dada.
- Bernapas di dalam kantong yang terbuat dari kertas.
- Mengecap cuka.
- Menelan gula pasir.
- Menggigit lemon.
- Menahan napas dalam waktu yang relatif singkat.
- Minum air secara perlahan-lahan.
Jika cegukan sudah berlangsung lama, maka segera periksakan ke dokter yaa. Dokter akan berusaha untuk mengatasi masalah yang mendasari agar cegukan bisa berhenti ☺
1. Christianty, F., Stefanny C., Randy A.. 2016. Evaluasi dan Tatalaksana Singultus. CDK-246. 43(11). pp. 833-835.
2. Chang, FY. Lu, CL. (2012). Hiccup: Mystery, Nature and Treatment. JNM, 18(2), pp. 123-130.
3. Woelk, CJ. (2011). Managing Hiccups. CFP, 57(6), pp. 672-675.
4. http://news.bbc.co.uk/
