Ketahuilah setegar apapun seseorang, berat baginya untuk memendam masalah sendirian.
Terkadang seseorang berlarut-larut dengan masalah yang sedang dialaminya dan sendirian dalam mencari solusi dari permasalahannya. Hal inilah yang dapat membuat manusia mengalami depresi yang dapat menyebabkan peningkatan stress dan akan berujung pada gangguan kesehatan. Hmmm, ada baiknya nih jika kamu melakukan CURHAT (curahan hati).
Curhat atau dalam dunia medis dikenal dengan istilah ventilasi merupakan salah satu cara alami seseorang untuk membagi apa yang menjadi pemikiran mereka. Curhat bisa juga ditindaklanjuti sebagai aktivitas berbagi pengalaman, bertukar pikiran dan berbagi perasaan, terutama dengan orang-orang terdekat yang dipercayai. Karena itu, curhat menjadi kebutuhan psikis yang dianggap penting oleh banyak orang.
Menurut ahli psikologis klinis Leon F. Seltzer, Ph.D, dalam banyak situasi, umumnya lebih baik melepaskan emosi yang negatif entah itu amarah, kekecewaan, kesedihan, kecemasan daripada membiarkannya di dalam diri karena jika emosi terus terjadi secara berulang maka akan berdampak pada kesehatan fisik, mental, dan emosional.
Ketika sinyal sensor diterima oleh reseptor pancaindra, maka sinyal tersebut akan diteruskan ke thalamus kemudian ke amygdala (emotional brain). Sinyal kedua akan dikirimkan ke neocortex (thinking brain). Hal inilah yang menjadi sebab kenapa emosi terlebih dahulu menguasai respon seseorang, bukannya rasio ataupun logika sehingga tak jarang kamu akan melihat seseorang yang langsung meluap-luapkan emosinya.
Curhat dengan orang yang kamu percaya dapat membantu kamu untuk mengontrol emosi kamu loh. Kok bisa? Curhat membantu kamu untuk melihat permasalahan dari sudut pandang yang berbeda yang secara tidak langsung menuntunmu untuk menemukan jalan keluar dari masalahmu. Bisa jadi, apa yang kamu pikirkan tentang masalahmu selama ini salah besar. Kamu tidak akan pernah tahu, sebelum kamu menceritakannya. Perasaan lega pun seketika akan kamu rasakan setelah curhat. Ini mungkin alasan sesungguhnya seseorang melakukan curhat. Mampu mengungkap masalah yang sudah dipendam lama, tentu membuatmu merasa sedikit lega. Meski belum atau tak akan pernah terselesaikan, setidaknya hal itu tak lagi kamu simpan sendirian.
Kamu malas curhat? Takut masalahmu terbeberkan? Atau karena malas dengan respon orang yang malah menyalahkan ataupun tak mendengarkan dan memahami masalahmu? Sebaiknya kamu juga harus memilih orang yang tepat untuk menjadi teman curhat kamu. Pilihlah orang yang dapat kamu percaya, dalam hal ini kamu yakin bahwa dia tidak akan membeberkan masalahmu kepada orang lain dan tentunya dia dapat memahami perasaanmu, mensupport dirimu, dan memberimu solusi dalam menghadapi masalahmu. Kalau kamu lebih butuh bantuan professional, kamu bisa berkonsultasi pada psikolog atau psikiater.
Curhat itu penting, tetapi pilih orang yang tepat untuk dijadikan tempat curhat. Tepat secara profesi, sifat, dan kepribadiannya, serta tepat waktu dan tempatnya. Pada akhirnya, semua kembali kepada diri kita sendiri. Kamu juga harus komitmen pada dirimu untuk tidak terlalu berlarut dengan apa yang kamu hadapi. Bergeraklah untuk maju, jangan menetap pada lingkaran kebingunganmu. Curhat hanya sebuah media untuk mengkomunikasikan permasalahan dan tempat berbagi untuk mendapatkan pencerahan atau solusi yang baik. Keputusan tetap ada pada diri kita sendiri. Sebaik-baik tempat curhat hanyalah Tuhan Yang Maha Mengetahui segala isi hati
1. D, Augustine GJ, Fitzpatrick D, et al., editors. Neuroscience. 2nd edition. Sunderland (MA): Sinauer Associates; 2001. The Relationship between Neocortex and Amygdala.
2. Jennifer D. Parlamis, (2012) “Venting as emotion regulation: The influence of venting responses and respondent identity on anger and emotional tone”, International Journal of Conflict Management, Vol. 23 Issue: 1, pp.77-96,
3. Leon F. Seltzer, Ph.D. 2014. 6 virtues and 6 vices of venting.
4. dr. muhammad anwar irzan, manfaat curhat bagi kesehatan.
