[Did You Know?]
Golongan darah kadang dihubungkan dengan kepribadian seseorang, tanpa bukti dan mekanisme jelas. Tapi, tahukah kamu, golongan darah bisa memengaruhi risiko beberapa penyakit? Apa aja? Kok bisaa?
Jadi, golongan darah ditentukan oleh antigen yang ada di permukaan eritrosit. Nah, antigen ini bukan cuma ada di eritrosit, tapi juga di beberapa jaringan lain, diatur oleh gen ABO. Ini lah yang berperan dalam perbedaan risiko itu, bukan secara langsung diakibatkan golongan darah.
Misalnya, orang-orang dengan golongan darah O memiliki risiko menderita beberapa penyakit jantung dan pembuluh darah yang lebih rendah. Hal ini dihubungkan dengan kadar glikoprotein pembekuan darah seperti faktor vWF dan FVIII yang lebih rendah pada golongan darah O (sekitar 25-30% lebih rendah). Antigen A dan B dapat memengaruhi proses eliminasi vWF.
Selain itu, infeksi juga bisa dipengaruhi hal ini loh. Antigen yang ada di sel epitel bisa menjadi reseptor untuk parasit, bakteri, ataupun virus. Terus, beberapa bakteri bisa menstimulasi antibodi ABO. Misalnya, secara in vitro, antibodi anti-B meningkatkan fagositosis E. coli oleh neutrofil. Golongan darah B dan AB, yang gak punya antibodi ini, memiliki risiko infeksi E. coli lebih tinggi. Selain itu, beberapa strain Norovirus gak berikatan dengan antigen B, jadi risiko golongan darah B untuk terinfeksi ataupun bergejala lebih rendah. Tingkat keparahan infeksi P. falciparum berhubungan dengan ada tidaknya antigen A dan B di darah. Risiko orang-orang golongan darah O untuk mengalami malaria serebral dan koma lebih rendah.
Terakhir, ada beberapa kanker yang juga punya hubungan dengan golongan darah. Kanker lambung misalnya, yang risikonya lebih tinggi pada golongan darah A. Hal ini dihubungkan dengan beberapa perbedaan fisiologis serta respon inflamasi terhadap infeksi H. pylori.
Jadi gitu guys, hubungannya bukan cuma didapat dengan melihat persentase golongan darah penderita loh ya. Ada mekanisme yang mendasari & bisa dibuktikan, harus juga dipastikan kalau faktor risiko lain gak jadi perancu dan tersebar rata.
The plural of anecdote is not data, research is more complex and fun than that.
#ResearchIsFun
Referensi:
- Cooling, L. (2015). Blood groups in infection and host susceptibility. Clinical microbiology reviews, 28(3), 801-870. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4475644/
- Nordgren, J., & Svensson, L. (2019). Genetic susceptibility to human norovirus infection: an update. Viruses, 11(3), 226. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6466115/
- Mao, Y., Yang, W., Qi, Q., Yu, F., Wang, T., Zhang, H., … & Li, G. (2019). Blood groups A and AB are associated with increased gastric cancer risk: evidence from a large genetic study and systematic review. BMC cancer, 19(1), 164. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6385454/
- Ewald, D. R., & Sumner, S. C. (2017). Blood type biochemistry and human disease. Wiley Interdisciplinary Reviews: Systems Biology and Medicine, 8(6), 517-535. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5061611/
- Gotsman, I., Keren, A., Zwas, D. R., Lotan, C., & Admon, D. (2018). Clinical impact of ABO and rhesus D blood type groups in patients with chronic heart failure. The American journal of cardiology, 122(3), 413-419. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/29958715