Seiring dengan berjalannya waktu COVID-19 terus bermutasi hingga terdapat 11 varian dari berbagai negara di dunia. Belakangan ini COVID-19 varian delta (B.1.617.2) sedang hangat-hangatnya menjadi pembahasan di seluruh dunia. Varian ini juga telah menyebar ke Indonesia dimana varian ini pertama kali terdeteksi di India. Hasil studi dan penelitian mengatakan bahwa varian ini merupakan strain yang paling dominan saat ini dan meningkatkan risiko untuk masuk rumah sakit menjadi dua kali lebih tinggi dibandingkan dengan varian yang lain. Varian ini juga dikatakan dapat menyebar lebih cepat dan dapat menimbulkan gejala yang lebih parah dibandingkan dengan varian lainnya. Selain itu, varian delta juga dapat menyebabkan titer netralisasi berkurang secara signifikan 4 sampai 6 kali lipat dibanding strain lainnya. Bagaimana varian delta dapat menyebabkan netralisasi berkurang? Bagaimana hubungan efektivitas pemberian vaksin terhadap varian delta?
Journal Reading kali ini mengangkat tema “COVID-19 Update Version : Variant Delta” yang dilaksanakan secara virtual melalui zoom meeting pada tanggal 1 Agustus 2021. Kali ini pemateri yang diundang adalah dr. Muhammad Yogi Pratama, Ph. D yang membahas jurnal dengan judul “Reduced sensitivity of SARS-CoV-2 variant Delta to antibody neutralization” dimana jurnal tersebut membahas tentang varian delta secara umum, bagaimana hubungan antara varian delta dengan netralisasi antibodi, serta bagaimana hubungan efektivitas vaksin dengan varian delta. Tentunya acara ini dihadiri oleh berbagai kalangan mahasiswa serta masyarakat umum yang tertarik untuk mengetahui COVID-19 varian delta. Sangat banyak ilmu dan informasi baru yang didapatkan dari pemateri yang sangat informatif dan interaktif ini. Sehingga diharapkan peserta kali ini dapat mengetahui informasi terbaru dan valid mengenai varian delta seperti yang telah disampaikan.
#MedicalYouthResearchClub
#ResearchIsFun

























