Did You Know?? Adakah Kaitan Antara Cuaca Dingin, Pilek, dan Flu?

[Did You Know?]

Musim hujan begini, penyakit seperti pilek dan flu juga meningkat jumlahnya. Eh, memangnya hubungannya apa sih? Apakah cuaca, makanan, dan minuman dingin bisa menyebabkan penyakit itu?

Nah, pilek dan flu adalah penyakit infeksi pernafasan atas, yang disebabkan oleh virus. Untuk flu, penyebabnya adalah virus influenza. Kalau pilek atau common cold, penyebabnya banyak macamnya, tapi yang sering jadi penyebab adalah rhinovirus. Gejalanya juga beda, dengan pilek secara umum menunjukkan gejala yang lebih ringan, diawali hidung tersumbat/nyeri tenggorokan. Flu menunjukkan gejala lebih berat, dengan demam dan sakit kepala serta nyeri otot dan kelelahan berat.

Jadi, baik pilek ataupun flu, penyebabnya jelas virus ya, bukan cuaca. Tapii, keadaan dingin memang telah ditemukan bisa menyebabkan infeksi virus-virus tersebut meningkat. Untuk sekarang, penyebabnya belum bisa dipastikan, tapi udah ada beberapa penelitian yang dilakukan untuk berusaha menjelaskan fenomena ini.

Yang paling sederhana, keadaan dingin menyebabkan vasokonstriksi atau penyempitan pembuluh darah hidung. Akibatnya, sel-sel imun yang bisa dialirkan pembuluh darah juga lebih sedikit. Selain itu, sebuah penelitian menemukan bahwa keadaan dingin menyebabkan gangguan pertahanan antiviral yang diinduksi interferon pada saluran pernafasan manusia.

Terus, dalam keadaan dingin dan hujan, orang-orang jadi lebih jarang keluar rumah, matahari juga makin jarang menampakkan diri. Vitamin D yang sintesisnya secara alami perlu paparan sinar matahari pada kulit akhirnya jadi lebih sedikit. Padahal, vitamin D punya peran penting dalam sistem imunitas seseorang. Berkurangnya kemampuan sistem imun jelas bakal memudahkan infeksi ya.

Kalau untuk hubungan antara konsumsi makanan atau minuman dingin terhadap pilek, belum ada penelitian eksperimentalnya. Tapi, karena makanan atau minuman tidak lama berada di mulut, efeknya diduga lebih kecil dibandingkan efek berada di kondisi dingin yang lebih sulit dihindari dan berlangsung lama.

Jadi gitu guys, musim hujan gini selalu ingat untuk jaga kesehatan ya!

#ResearchIsFun

Referensi:

  • Mayrhuber, E. A. S., Peersman, W., van de Kraats, N., Petricek, G., Diviak, A. Ć., Wojczewski, S., & Hoffmann, K. (2018). Laypersons’ perception of common cold and influenza and their differences-a qualitative study. BMC infectious diseases, 18(1), 647. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/30541479
  • Boonarkart, C., Suptawiwat, O., Sakorn, K., Puthavathana, P., & Auewarakul, P. (2017). Exposure to cold impairs interferon-induced antiviral defense. Archives of virology, 162(8), 2231-2237. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/28361289
  • Polzien, G. L. A. D. Y. S. (2006). It’s coming: cold and flu season. Implications for home care and hospice. Home healthcare nurse, 24(9), 609-610. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/17252968
  • Eccles, R., & Wilkinson, J. E. (2015). Exposure to cold and acute upper respiratory tract infection. Rhinology, 53(2), 99-106. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/26030031
  • Moon, S. C., Joo, S. Y., Chung, T. W., Choi, H. J., Park, M. Acharya, B., & Thapa, K. (2016). Indoor staying during winter season makes people more susceptible to flu. Journal of Nepal Health Research Council. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/27426715

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *