Defekasi atau lebih dikenal dengan BAB merupakan proses pengeluaran zat sisa yang tidak dicerna oleh tubuh. Nah, feses memiliki variasi bentuk, warna, dan tekstur yang dapat menggambarkan kondisi kesehatan kamu loh! Meski sebagian besar orang merasa jijik untuk mengecek fesesnya, tetapi sebenarnya hal tersebut sangat berguna untuk mengetahui bagaimana kondisi kesehatan kita. Yukss simak penjelasan berikut:
Tipe ini merupakan feses normal. Feses normal umumnya berwarna kecoklatan hingga coklat tua. Hal ini disebabkan oleh adanya pigmen stercobilin yang dikandung oleh feses. Feses yang keluar berupa satu potongan atau beberapa potongan kecil yang bentuknya seperti sosis dan memanjang karna mengikuti bentuk usus. Teksturnya agak kasar di permukaan dan konsistensinya lunak, tetapi pada beberapa keadaan ada yang teksturnya lembut dan permukaannya halus. Kalau feses kalian seperti ini, tandanya kalian sehat!
Langsung flush aja.
Hayooo siapa yang pernah sembelit?? Nah, feses tipe ini nih yang butuh effort lebih untuk dikeluarkan, ya kan guys.. Bentuk feses ini umumnya memanjang, konsistensinya padat, dan permukaannya tidak rata. Pada konstipasi yang parah, bentuk fesesnya kecil dan bulat, serta konsistensinya keras. Hal terjadi karena kurangnya konsumsi cairan dan makanan yang berserat. Warna fesesnya juga berubah menjadi hitam loh. Hmmm, kalo kalian mengalami konstipasi kalian cukup makan makanan yang mengandung serat dan dan perbanyak minum air. Hal ini akan membantu pergerakan feses dan membuat feses menjadi lebih lunak.
Kalau tipe ini, kebalikan tipe 2. Bentuk fesesnya kecil namun konsistensinya cenderung lembek. Kalau feses kalian seperti ini, tandanya pencernaan kalian kurang baik. Kemungkinan kalian terlalu banyak makan makanan yang pedas. Hal ini menandakan kalian mengalami diare ringan. Nah, kalau kondisi feses seperti ini, kalian harus makan makanan yang rendah serat seperti pisang, cracker, atau kentang.
Nah, kalau feses yang ini konsistensi cenderung lembek dan tidak beraturan. Tandanya kamu sedang mengalami diare sedang. Kamu harus memperbanyak minum air agar tidak kurang cairan, konsumsi makanan yang rendah serat. Adapun kondisi ketika feses yang dikeluarkan sangat cair tanpa komponen padat. Wah, kalau sudah seperti ini, tandanya kamu diare berat loh. Hal ini bisa disebabkan oleh infeksi bakteri, intoleransi laktosa, atau pengaruh obat-obatan. Jika hal ini terjadi, maka segera minum obat, minum air yang banyak untuk mengatasi kekurangan cairan, dan istirahat yang cukup yaa. Jika tak kunjung sembuh dalam waktu lebih dari 2 hari, segera konsultasikan ke dokter.
Warna feses yang putih atau abu-abu mengindikasikan terjadinya gangguan pada empedu atau hati. Gangguan yang dapat terjadi seperti sumbatan pada saluran empedu (adanya batu empedu) dan juga sirosis hati. Selain itu, feses yang berwarna putih menandakan Crohn’s disease akibat inflamasi kronik dari usus.
Kalau yang ini nih, biasanya terjadi pada orang yang sering mengonsumsi makanan yang berwarna hijau, seperti bayam, brokoli, timun, alpukat, dll. Jangan khawatir guys, hal ini wajar-wajar saja. Warna hijau dihasilkan oleh klorofil yang dikandung oleh sayur-sayuran. Selain itu, feses warna hijau juga bisa disebabkan oleh konsumsi makanan yang mengandung pewarna makanan hijau.
Kalau feses seperti ini menandakan bahwa tubuh kamu kurang menyerap lemak. Sebab lain karena kurangnya enzim yang dihasilkan oleh pankreas yang menandakan penyakit celiac ataupun penyakit pankreatitis kronik. Penyakit-penyakit tersebut ditandai dengan gejala klinis lainnya. Eitss, tapi jangan panik jika tiba-tiba feses kamu bewarna kuning, feses berwarna kuning juga bisa disebabkan karena banyak mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung pewarna kuning, seperti wortel ataupun jus manga.
Warna hitam pada feses biasanya disebabkan oleh konsumsi obat-obatan seperti aspirin, ibuprofen, ataupun suplemen Fe. Bisa juga disebabkan karena mengonsumsi makanan atau minuman seperti blueberry, jus anggur, dark chocolate. Selain itu, feses hitam juga disebabkan karena usus mengalami pendarahan loh. Jika kalian tidak mengonsumsi makanan atau minuman yang bewarna hitam serta tidak mengonsumsi obat-obatan lantas feses kalian berwarna hitam, segera konsultasikan ke dokter yaa.
Umumnya disebabkan karena makanan yang kita konsumsi seperti tomat, strawberry merah, ataupun minuman yang berwarna merah. Nah, jika kalian merasa tidak mengonsumsi makanan atau minuman yang berwarna merah, artinya yang menyebabkan feses berwarna merah adalah darah. Kemungkinan penyakit yang diderita adalah hemoroid (wasir), colitis ulcerative, ataupun kanker usus (disertai gejala klinis lainnya).
Untuk mengetahui kondisi tubuh sebenarnya tidak harus dengan bermacam tes medis dan langsung menanyakannya ke dokter. Tubuh kita dilengkapi ‘radar’ yang akan memberitahu kita kapan tubuh dalam kondisi sehat dan kapan dalam kondisi tidak sehat. Jadi jangan jijik dulu… bentuk, tekstur, dan warna fesesmu merupakan informasi yang penting 😁
1. National Collaborating Centre for Women’s and Children’s Health (UK). Constipation in Children and Young People: Diagnosis and Management of Idiopathic Childhood Constipation in Primary and Secondary Care. London: RCOG Press; 2010.
2. National Institutes of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases: “Definition & Facts for Celiac Disease,” “Gastritis,” “Symptoms & Causes of GI Bleeding.
3. John P. Cunha, DO, FACOEP Medical Author: Stool Color Changes. https://www.emedicinehealth.com/stool_color_changes/article_em.
4. https://www.hipwee.com
