Pernah tidak kalian melihat keluarga kalian yang tidur dengan mata yang sedikit terbuka dan terkadang bergerak-gerak? Atau kalian sendiri pernah tidur dengan keadaan mata seperti itu? Eitsss, emangnya kalian pernah lihat sendiri? :v
Tidur dengan mata yang sedikit terbuka merupakan hal wajar yang dapat terjadi pada seseorang. Hal ini disebabkan karena ketika seseorang tertidur, maka Ia akan melewati fase tidur paradoxal. Pada fase ini, tubuh seperti dalam keadaan terjaga, meskipun masih tertidur lelap. Hal ini terlihat pada pola EEG (Electroencephalogram) yang ditampilkan pada orang yang memasuki tidur paradox serupa dengan pola EEG orang yang sadar penuh. Pola perilaku tidur yang menyertai tidur paradox ditandai oleh inhibisi mendadak tonus otot seluruh tubuh. Otot-otot mengalami relaksasi total, kecuali di bagian otot mata, sehingga tidur paradox ditandai oleh adanya gerakan mata cepat atau biasa disebut tidur Rapid Eye Movement (REM). Mimpi sering terjadi pada fase tidur REM. Para peneliti membuktikan bahwa setidaknya sebagian REM berhubungan dengan “mengamati” bayangan mimpi. Pada orang dewasa, tidur paradox menempati 20% dari waktu tidur total. Berbeda dengan bayi, tidur paradox menempati 50% dari waktu tidur totalnya. Jadi jangan heran, ketika melihat bayi yang tidur dengan mata yang sedikit terbuka yaa, hehehe.
Namun, ada kondisi lain, ketika kelopak mata seseorang memang tidak bisa menutup sepenuhnya ketika tertidur. Kondisi ini disebut nocturnal lagophtalmos. Hal ini dapat disebabkan oleh kerusakan atau kelemahan saraf wajah (nervus facialis) yang menginervasi sebagian besar otot-otot di wajah. Kerusakan atau kelemahan tersebut dapat dipicu oleh trauma, bell’s palsy, stroke, tumor, mobious syndrome, kondisi autoimun. Selain itu, nocturnal lagophtalmos juga dapat disebabkan oleh kerusakan jaringan di kelopak mata. Penyebabnya antara lain, luka bakar, riwayat operasi kelopak mata, floppy eyelid syndrome, dan enophthalmos. Kondisi mata yang cembung dan cekung juga dapat menyebabkan lagophtalmos.
Penderita lagophtalmos biasanya merasakan mata kering dan merah di pagi hari, penglihatan yang buram, dan pada kondisi yang lebih lanjut, bisa terjadi kerusakan kornea mata dan dapat menyebabkan kebutaan. Jadi, jika kalian mengalami masalah dalam menutup mata ketika tidur, segera konsultasi ke dokter.
1. Sheerwood, L. 2014. Fisiologi Manusia dari Sel ke Sistem. Edisi 8. Jakarta: EGC.
2. Scott D. Lawrence, MD, and Carrie L. Morris, MD. 2008. American Academy of Ophthalmology.
