MY JUHSSI: MINI SYMPOSIUM Part 2 – “Dengue Haemorrhagic Fever: What is it and How to deal with it?”

         Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit infeksi virus akut yang disebabkan oleh virus dengue. Dalam 3 dekade terakhir angka kejadian DBD terus meningkat di berbagai belahan dunia terutama di daerah tropis dan sub-tropis. DBD diperkirakan akan terus meningkat angka kejadiannya dan semakin meluas sebarannya. Seiring dengan berjalannya waktu kasus DBD di Indonesia terus berfluktuasi setiap tahunnya terlebih pada saat World Health Organization (WHO) menetapkan COVID-19 sebagai pandemi yang mengakibatkan seluruh pelayanan kesehatan hanya terfokus pada penanganan kasus COVID-19. Hal ini membuat angka kejadian dari DBD kembali meningkat.  DBD dan COVID-19 dikatakan memiliki gejala klinis yang serupa pada tahap awal serta memiliki gambaran hasil laboratorium yang juga serupa, hal ini tentu menjadi tantangan baru bagi tenaga kesehatan. Apa tanda dan gejala dari DBD? Apa perbedaannya dengan COVID-19? Bagaimana cara deteksi dini dan tatalaksana dari DBD? serta bagaimana bentuk pencegahan DBD pada masa pandemi COVID-19?

              Mini Symposium kali ini mengangkat tema “Dengue Haemorraghic Fever 101 : What is it and How to deal with it?” yang dilaksanakan secara virtual melalui zoom meeting pada tanggal 12 Juni 2021. Kali ini pemateri yang diundang adalah dr. Isra Wahid, Ph.D dan dr. Ninny Meutia Pelupessy, Sp. A yang akan membahas mengenai definisi, epidemiologi, serta etiologi dari DBD, bagaimana sebaran kasus DBD, patogenesis infeksi dengue, gejala dan tanda dari DBD serta bagaimana perbedaannya dengan COVID-19, klasifikasi dari DBD, bagaimana cara untuk mendiagnosis DBD, serta tatalaksana dan pencegahan dari DBD di masa pandemi COVID-19.

         Tentunya, acara ini dihadiri oleh berbagai kalangan mahasiswa serta masyarakat umum yang tertarik untuk mengetahui DBD serta bagaimana tatalaksana dan bentuk pencegahannya. Sangat banyak ilmu dan informasi baru yang didapatkan dari pemateri-pemateri yang sangat informatif dan interaktif ini. Sehingga diharapkan peserta kali ini dapat mengimplementasikan informasi yang telah disampaikan agar tidak terkena atau tertular penyakit infeksi dengue. Adapun bentuk campaign yang dipublikasikan di sosial media yang bukan hanya para peserta saja yang mengetahuinya akan tetapi diharapkan seluruh pengguna sosial media dapat mengetahui bagaimana penyebaran dari DBD serta bentuk pencegahan dari DBD melalui hoaks atau fakta yang diberikan. 

#MedicalYouthResearchClub

#ResearchIsFun

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *