Did You Know?? Tes Urine pada Laki-Laki Bisa Positif? Berikut Penjelasannya…

Did You Know?

Tahukah kamu, tes kehamilan bisa menunjukkan hasil positif pada laki-laki? Bukan karena positif palsu atau karena laki-lakinya hamil loh, ya. Kok bisaa?

Nah, sebelum mengetahui gimana hal ini bisa terjadi, secara singkat yuk ingat kembali cara kerja urine test pack kehamilan. Jadi, tes ini digunakan untuk mengetahui ada tidaknya beta HCG (human chronionic gonadothropin) pada urin yang diperiksa. Beta HCG adalah hormon yang banyak dihasilkan di awal kehamilan.

Ternyata keberadaan beta HCG pada urin tidak hanya bisa ditemukan pada kondisi hamil, guys. Beberapa kanker testis juga menghasilkan beta HCG. Beta HCG sendiri merupakan salah satu tumor marker serum untuk kanker testis, selain AFP (Alpha-fetoprotein) dan LDH (Laktat Dehidrogenase), meski sensitivitas dan spesifisitasnya memiliki keterbatasan. Nah, meskipun sama sekali bukan tes untuk mendiagnosis kanker testis, test pack kehamilan dapat menunjukkan ada tidaknya beta HCG pada urin.

Tapi jangan salah ya, hanya beberapa kanker testis yang menyekresikan beta HCG. Sebuah studi menemukan bahwa 36% pasien seminoma mengalami peningkatan beta HCG, dan 71% pasien germ cell tumor nonseminoma mengalami peningkatan intact HCG dan/atau beta HCG. Untuk mendiagnosis kanker testis perlu dilakukan pemeriksaan fisis, radiologi, serta tumor marker serum. Namun pada salah satu laporan kasus, seorang tentara dengan keluhan klinis pada testisnya menjalani operasi setelah mendapatkan hasil positif pada tes kualitatif urin kehamilan. Hal ini dilakukan sebab kurangnya peralatan medis diagnostik di medan perang. Pasien kemudian terkonfirmasi menderita choriocarcinoma setelah dilakukan orchiectomy dan pemeriksaan patologi anatomi.

Jadi bisa ya, tes kehamilan positif pada laki-laki. Penyebabnya juga bisa cukup serius. Pada tempat dengan alat diagnosis yang minim seperti di medan perang, tes sederhana ini bisa menyiasati hal tersebut. Tapi sekali lagi, test pack urin kehamilan hanya mendeteksi ada tidaknya beta HCG dan bukan merupakan tes untuk mendiagnosis kanker testis. Kalau ada curiga keganasan tertentu, langsung ke dokter aja ya!

#ResearchIsFun

 

Referensi:

  • Ferraro, S., Trevisiol, C., Gion, M., & Panteghini, M. (2018). Human chorionic gonadotropin assays for testicular tumors: closing the gap between clinical and laboratory practice. Clinical chemistry. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/29021329
  • Carstairs, D. (2013). Diagnosis of testicular cancer with a urine pregnancy test in an austere military medical environment. The American journal of emergency medicine. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/24051009

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *