DID YOU KNOW

KULIT IKAN SEBAGAI PEMBALUT LUKA

     Pernahkah kalian berpikir bahwa kulit ikan bisa digunakan sebagai pembalut luka? Nyatanya memang telah banyak penelitian yang mencoba membuktikannya. Penasaran? Simak penjelasan berikut!
       Berbagai luka refrakter, seperti ulkus dan luka bakar, sangat mempengaruhi pekerjaan dan kualitas hidup pasien. Perawatan luka tradisional, seperti menggunakan kapas penyerap dan kasa penyerap, memiliki efek terapeutik yang terbatas  dan penggantian pembalut luka yang sering juga dapat memperburuk penderitaan pasien. “Teori penyembuhan luka basah” menunjukkan bahwa area penyembuhan yang basah bermanfaat bagi pertumbuhan granulasi dan untuk memfasilitasi pembelahan sel-sel kulit sehingga mendorong penyembuhan luka secara lengkap.
     Kolagen adalah protein yang banyak ditemukan pada hewan, terhitung sekitar 30% dari total protein. Kolagen memainkan peran struktural dengan berkontribusi pada arsitektur molekul, bentuk, dan sifat mekanik dari suatu jaringan. Karena imunogenisitasnya yang rendah, biokompatibilitas dan biodegradabilitas yang baik, kolagen memiliki berbagai manfaat di bidang biomedis, seperti pembalut luka untuk pengobatan luka refrakter yang berbeda.
       Ketika diletakkan dalam pelarut netral dengan suhu fisiologis, molekul kolagen secara spontan dapat membentuk serat kolagen. Hidrogel kemudian dibentuk oleh interaksi antara serat kolagen. Hidrogel kolagen telah dianggap sebagai pembalut luka basah yang potensial. Hidrogel ini memiliki kelebihan dibandingkan dengan hidrogel biasa. Selain cocok dengan luka, mencegah infeksi bakteri, dan pelembab, tetapi juga molekul kolagen dapat meningkatkan epitelisasi luka dan mempercepat penyembuhan luka.
      Dalam beberapa tahun terakhir, ekstraksi dan penggunaan kolagen ikan nila telah diteliti secara ekstensif. Wu dkk. telah membuktikan bahwa pemberian kolagen tipe I ikan nila memiliki toksisitas rendah dan memberikan biokompatibilitas in vivo untuk aplikasinya dalam tujuan biomedis. Yamamoto dkk. juga telah membuktikan bahwa semua uji coba sensitisasi, toksisitas sel, reaksi intrakutan, toksisitas sistemik akut, reaksi pirogenik, penyimpangan kromosom, dan hemolisis gel kolagen ekstrak ikan (nila) negatif. Aiah A. dkk. menyiapkan hidrogel kolagen ikan nila 0,3% dan 0,5% dan membuktikan bahwa keduanya menunjukkan biokompatibilitas yang baik dengan proliferasi aktif sel BHK-21. Zhou dkk.  telah menemukan bahwa nanofibers kolagen biomimetik nila dapat meningkatkan regenerasi kulit melalui penginduksian diferensiasi keratinosit dan sintesis kolagen fibroblas dermal. Namun masih banyak permasalahan yang membatasi aplikasi hidrogel kolagen terutama kekuatan mekanik yang rendah sehingga tidak cocok sebagai gel blok. Hou dkk. telah membuktikan bahwa kolagen ikan nila menunjukkan biokompatibilitas yang tinggi dan mereka menyiapkan bahan komposit menggunakan kolagen ikan nila dengan konjak glukomanan, yang secara signifikan meningkatkan sifat mekaniknya. Meskipun penambahan komponen kedua secara signifikan dapat meningkatkan kekuatan mekanik bahan kolagen, namun dapat menurunkan fungsi kolagen. Meningkatkan kandungan kolagen dalam hidrogel adalah cara lain yang baik untuk meningkatkan kekuatan mekanik, tetapi hidrogel dengan kandungan kolagen yang sangat tinggi (> 20 mg/ml) terlalu padat untuk migrasi sel dan kelangsungan hidup. Oleh karena itu, masih perlu untuk mengeksplorasi secara sistematis bagaimana mempersiapkan hidrogel kolagen dengan kekuatan mekanik yang baik dan efek penyembuhannya sebagai pembalut luka juga harus dievaluasi lebih lanjut.
 
Referensi :
El-Rashidy AA, Gad A, Abu-Hussein Ael-H, Habib SI, Badr NA, Hashem AA. Chemical and biological evaluation of Egyptian Nile Tilapia (Oreochromis niloticas) fish scale collagen. Int J Biol Macromol. 2015 Aug;79:618-26. doi: 10.1016/j.ijbiomac.2015.05.019. Epub 2015 May 27. PMID: 26026980.
Ge B, Wang H, Li J, et al. Comprehensive Assessment of Nile Tilapia Skin (Oreochromis niloticus) Collagen Hydrogels for Wound Dressings. Mar Drugs. 2020;18(4):178. Published 2020 Mar 25. doi:10.3390/md18040178
 Zhang J., Jeevithan E., Bao B., Wang S., Gao K., Zhang C., Wu W. Structural characterization, in-vivo acute systemic toxicity assessment and in-vitro intestinal absorption properties of tilapia (Oreochromis niloticus) skin acid and pepsin solublilized type I collagen. Process Biochem. 2016;51:2017–2025. doi: 10.1016/j.procbio.2016.08.009
#ResearchIsFun

BRITAIN 

(Basic Research Statistic Training)

     Seperti yang diketahui bersama bahwa dalam suatu penelitian, statistic menjadi salah satu poin yang begitu penting untuk dipahami karena menjadi salah satu faktor pendukung khususnya dalam hal pengolahan data. Ada banyak aplikasi yang selama ini digunakan dalam mengolah dan menganalisis data hasil penelitian, seperti dengan menggunakan Microsoft Excel, SPSS, dan aplikasi lainnya. Karena alasan inilah diadakan suatu proker yaitu BRITAIN (Basic Research Statistic Training)
       BRITAIN telah berhasil dilaksanakan yaitu pada hari Sabtu, 16 Oktober 2021 via zoom meeting karena lagi-lagi belum adanya izin untuk melaksanakan kegiatan secara offline. Kegiatan ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan anggota MYRC mengenai dasar-dasar dalam uji statistic yang meliputi pengolahan dan analisis data dengan menggunakan program aplikasi SPSS. Kegiatan dihadiri oleh kurang lebih 70 peserta yang merupakan anggota MYRC dan dipimpin oleh seorang Moderator. Pemateri yang diundang dalam kegiatan ini adalah dr. Priady Wira Prasetia.
      Kegiatan berlangsung dengan diawali pembukaan oleh Moderator, lalu pemberian pretest kepada peserta dan dilanjutkan dengan pemberian materi. Beberapa hal yang dibahas dalam materi tersebut seperti tentang variabel penelitian, jenis-jenis teknik analisis penelitian (univariat dan bivariat) serta cara pengoperasian dari aplikasi SPSS dalam analisis data. Setelah pemberian materi, kegiatan dilanjutkan dengan simulasi penggunaan SPSS oleh pemateri lalu diikuti oleh peserta.  Setelah itu, dilakukan pemberian post-test kepada peserta, pemberian sertifikat kepada pemateri, dan terakhir penutupan yang dilakukan oleh Moderator.  
      Oh iya, satu keuntungan lain yang akan didapatkan oleh peserta yang mengikuti BRITAIN (selain ilmu tentunya) adalah poin kemahasiswaan sebesar 200 poin. Lumayan gak? Lumayan lah 200 poin padahal cuma bermodalkan duduk santai sambil dengar materi, hehehe ^^

MY CLUSTER – Basic Class

” Penelitian : Presentasi Karya “

    Basic Class kembali dilaksanakan. Alur pelaksaannya kurang lebih sama dengan kegiatan Expert Class dimana para peserta akan diberikan materi selama 3 minggu, lalu dilanjutkan dengan pembuatan karya dan presentasi karya pada minggu terakhir. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya bahwa kegiatan ini dilakukan sebagai salah satu kompetensi dasar anggota dimana setiap anggota harus memilih setidaknya 1 bidang kelilmiahan yang diminati. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan sebagai wadah perkenalan bagi anggota terkait karya keilmiahan.
    Pada hari Sabtu, 23 Oktober 2021 kegiatan Basic Class “Penelitian : Presentasi Kasya dilaksanakan melalui zoom meeting. Dimana pada kegiatan ini ada 2 kelompok yang melakukan presentasi dari karya yang telah dibuat sebelumnya. Kedua kelompok masing-masing akan diberikan waktu maksimal 20 menit, 10 menit awal untuk mempresentasikan karyanya dan 10 menit terakhir untuk sesi tanya jawab serta saran dan masukan dari penilai. Kedua kelompok tampil dengan baik, masing berusaha menunjukkan kemampuan terbaik yang dimiliki.

 

MY JUHHSI :  Journal Reading Part 3

    Setelah dilaksanakan sebanyak 2 kali dalam periode kepengurusan tahun ini, journal reading ketiga kembali dilaksanakan dengan mengundang Executive Director MYRC 2020/2021 Saudara Muh. Naufal Zuhair sebagai narasumbernya. Journal Reading Part 3 dilaksanakan pada Minggu, 16 Oktober 2021 Pukul 16.00 WITA dan dihadiri oleh 100 peserta melalui aplikasi Zoom Meeting. Seperti pelaksanaan journal reading sebelumnya, kegiatan ini diawali dengan penyampaian materi oleh narasumber dan diakhiri dengan sesi tanya jawab. Kegiatan ini diharapkan mampu menambah pengetahuan mahasiswa mengenai dunia penelitian, terutama isu-isu penelitian terkini di bidang kesehatan.
      Journal Reading Part 3 mengangkat topik “Malaria Vaccine : Would We Able to Change the Course of History?”. Narasumber membahas tentang pemgembangan vaksin malaria R21/Matrix-M dibandingkan dengan vaksin malaria RTS/AS01 yang telah disetujui oleh World Health Organization (WHO) untuk didistribusi pada anak-anak di Benua Afrika. Berdasarkan penelitian yang telah dilaporkan, vaksin malaria R21/Matrix-M telah menjalani fase klinis tahap 2b dengan hasil efikasi, keamanan, dan imunogenesitas yang lebih baik daripada vaksin malaria RTS/AS01. Saat ini, vaksin malaria R21/Matrix-M akan menjalani fase klinis tahap 3 dengan target populasi yang lebih luas. Diharapkan hasil dari penelitian ini nantinya akan lebih baik dan sesuai standar efikasi vaksin malaria dari WHO, yaitu > 75%. Selain membahas topik yang diangkat, narasumber juga memberikan tips dan trik dalam melakukan journal reading, terutama pengenalan teknik dan tools dalam melakukan critical appraisal.

MY RESPECT – Research Project

   Research project merupakan salah satu program kerja unggulan MYRC yang mewadahi dan memfasilitasi anggota MYRC untuk terlibat dalam berbagai macam penelitian seperti penelitian mandiri, penelitian magang, dan penelitian multi center. Dalam alur administrasinya, peneliti utama dari penelitian-penelitian tersebut sebelumnya harus mengajukan permohonan dan MoU terlebih dahulu sebelum menjalankan kerjasama dengan anggota MYRC dalam research project ini. Dalam kerjasama ini, teamwork dari MYRC membantu peneliti utama dalam mencapai target penelitiannya secara umum khususnya pada proses pengambilan dan pengolahan data serta pembuatan laporan hasil penelitian.
    Sampai saat ini, 8 research project yang terdiri dari 2 penelitian multi center, 2 penelitian magang, dan 4 penelitian mandiri telah diselesaikan. Secara keseluruhan, anggota MYRC yang terlibat dalam research project berpartisipasi secara aktif dalam proses penelitian dan mendapatkan berbagai manfaat seperti ilmu, pengalaman, serta relasi. Program kerja ini diharapkan dapat menghidupkan atmosfer keilmiahan dan mengembangkan jiwa peneliti dalam lingkup Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, terkhusus anggota MYRC.
[elementor-template id="5413"]